Blog Nafis

Agar Anak Menjadi Penyejuk Mata

Diposting oleh mnafisalmukhdi1 pada 23 Juli 2025

Pesan

Agar anak menjadi penyejuk mata

M. Nafis Al - Mukhdi, S.Pd - Guru Al-Qur’an 7B SMPIT Ihsanul Amal

Allah mengajarkan sebuah doa di QS. Al-Furqan[25]:74, agar manusia mengharapkan anugerah kepada istri dan keturunan menjadi penyejuk mata. Penyejuk mata yang dimaksud bukanlah makna secara harfiah, seperti obat tetes yang diiklankan.

Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengartikan “qurrata a’yun” sebagai penyenang hati. Hal tersebut diwujudkan melalui ketaatan kepada Allah. Langkah pelaksanaannya tentu melalui pendidikan.

Allah mengajarkan dalam QS. At-Tahrim[66]:6, bahwa pendidikan itu dimulai dari diri sendiri. Sebagaimana Rasulullah dijelaskan oleh Allah dalam Al-Ahzab[33]:21, seorang pendidik harus menyerahkan pengharapan kepada Allah dan menjadi teladan yang baik.

Dalam melaksanakan pendidikan, Imam Al-Ghazali dalam kitab Bidayatul Hidayah memberikan poin mengejutkan ketika memaparkan adab seorang guru. Padahal Allah sudah menjelaskannya Thaha[20]:132, ketika mengajak anak kepada kebaikan, seorang pendidik memang diminta untuk bersabar. As-Saadi dalam tafsirnya menjelaskan sabar yang dimaksud adalah menyempurnakan proses pembelajaran dan istiqamah dalam melaksanakannya.

Pada akhir ayat tersebut juga menegaskan untuk mengembalikan segalanya kepada Allah. Dalam QS. Yasin[36], diceritakan tentang seseorang yang berangan kepada sebuah kaum untuk mengetahui tentang pengampunan Allah. Pada akhirnya, orang tersebut hanya berucap bahwa dirinya hanyalah seorang penyampai yang jelas. Pemahaman itu datangnya dari Allah, karena itulah kita memintanya.

Sekarang, mari bertanya kepada diri sendiri. Jika ingin anak kita menjadi penyejuk mata, sudahkah kita menjadi penyejuk mata bagi anak? Tepatkah sudah cara kita mengajar kepada anak tersebut. Mulailah dari pribadi untuk menyempurnakan segala kebaikan, baru ajak orang lain.