Blog Nafis

Bus Kuning

Diposting oleh mnafisalmukhdi1 pada 19 Agustus 2022

Puisi

Sejumlah halte ditempuh
Menerbangkan dedaunan rapuh
Mengarah ke tujuan yang ambigu
Garis akhir yang tak tentu

Kernet bicara dengan sopir
Titik awal tidak lagi hampir
Yakinkah berjalan
Ragukah sehingga pelan

Penumpang bersembunyi dalam selimut
Menatap kaca dasbor membuat takut
Lajur terjal terpilih sudah
Lirihan lidah terdengar sepah

Sinar terang nan menyilaukan
Menutup seluruh pandangan
Degupan terdengar kencang
Jeratan tubuh erat dipasang

Napas berat berkali-kali
Begitu burukkah sebuah mimpi

Catatan: Aku tidak sungguh bermimpi ini