وَلَا تَقْتُلُوْٓا اَنْفُسَكُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيْمًا ٢٩
“Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sungguh, Allah Maha Penyayang kepadamu.” (QS. an-Nisā’[4]:29)
Mari kita sama-sama belajar, tadabbur ayat ini. Bukti bahwa Allah benar-benar sayang dengan kita.
Pada ayat ini, Allah menggunakan “innallāha kāna bikum rahīmā”. Inna sebagai penguat, bahwa tidak ada yang bisa mengubah hal ini, apapun yang terjadi. Kāna menjadi penjelas bahwa hal ini akan berlangsung untuk selamanya, kemarin atau hari ini atau bahkan masa depan nanti. Bi, satu huruf yang banyak makna, salah satunya adalah keseluruhan, jadi dirimu–setiap sisi bahkan–tidak luput dari hal ini.
Apa ‘hal ini’ yang saya maksud dari tadi?
Rahīm. Untuk seluruh manusia, Allah biasanya menggunakan Rahman, tapi kenapa untuk satu hal ini, nyawamu, Allah menggunakan Rahīm.
Sungguh, Allah sangat sayang pada dirimu secara keseluruhan. Allah bahkan menguatkan pernyataan ini dengan dua ayat sebelumnya.
وَاللّٰهُ يُرِيْدُ اَنْ يَّتُوْبَ عَلَيْكُمْۗ وَيُرِيْدُ الَّذِيْنَ يَتَّبِعُوْنَ الشَّهَوٰتِ اَنْ تَمِيْلُوْا مَيْلًا عَظِيْمًا ٢٧
“Allah hendak menerima tobatmu, sedangkan orang-orang yang mengikuti hawa nafsu menghendaki agar kamu berpaling sejauh-jauhnya (dari kebenaran).” (QS. an-Nisā’[4]:27)
Allah adalah satu-satunya yang menerima kamu apa adanya, ketika yang lain malah menyuruh kamu menjauh dan berpaling dari-Nya.
يُرِيْدُ اللّٰهُ اَنْ يُّخَفِّفَ عَنْكُمْۚ وَخُلِقَ الْاِنْسَانُ ضَعِيْفًا ٢٨
“Allah hendak memberikan keringanan kepadamu dan manusia diciptakan (dalam keadaan) lemah.” (QS. an-Nisā’[4]:28)
Allah memberi keringanan, karena tahu kita lemah.
Lihatlah Rahīm. Hidupmu adalah hakmu di dunia, dan kamu seharusnya mempertahankannya sampai pemilik sesungguhnya yang mengambil.
Treasure yourself. Kasih sayang Allah, tidak luput dari dirimu.