Blog Nafis

Hubb Nafsik

Diposting oleh mnafisalmukhdi1 pada 14 Februari 2025

Pribadi

Kamu, sebagai seorang manusia, telah diciptakan dengan bentuk dan rupa yang sebaik-baiknya. Karenanya, kamu harus bersyukur atas hal tersebut agar nikmat terus bertambah.

“Bagaimana caranya?”

Pertama, kenali dirimu, karena itu adalah salah satu dari tujuan penciptaanmu. Selain kelebihan yang kita dapatkan dibanding dengan makhluk lain, manusia sebenarnya adalah makhluk lemah. Karena itu pulalah, Allah memberikan keringanan.

Karenanya, alangkah baiknya jika kamu menyadari bahwa ketenangan yang kamu rasakan selama ini, semuanya datang dari Allah. Aku juga berharap kamu dapat mengingatnya selalu, agar hatimu juga terus tenang.

Kedua, jaga dirimu. Hindarkan serta jauhkan dia dari segala jenis keburukan. Sebagai ganjaran, kamu akan menjadi orang yang terbaik jika dapat melakukannya.

Penciptaan dirimu, beserta keberadaanmu di dunia sekarang saja, adalah bukti nyata dari kasih Allah. Maka, sudah sepantasnya kamu menyayangi dirimu juga, sebagaimana Allah mengasihi.

Ketika Allah melarangmu untuk membunuh diri sendiri, sebenarnya karena Dia sayang kepadamu secara keseluruhan lagi terus menerus tanpa luput sedikitpun. Nyawamu adalah hal yang sangat berharga, dan Allah melindunginya serta menyetarakan dengan nyawa semua manusia.

Maka, aku mohon agar engkau jangan binasakan dirimu. Mulailah dari menjauhi hal-hal yang jelas membahayakan sendiri. Aku berharap engkau tidak minum minuman keras, tidak berjudi, masih percaya dengan Allah, tidak melakukan hubungan seksual di luar pernikahan, dan menjaga pandanganmu terhadap lawan jenis.

“Bagaimana aku dapat menjaga diriku?”

Aku ingin engkau memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, agar tidak merugi. Salah satunya, adalah dengan menuntut ilmu, agar derajatmu diangkat.

Semua dimulai dari membaca. Dalam melakukannya, kamu tidak usah tergesa-gesa. Kamu dapat juga menyimak apa yang orang lain sampaikan dan mengamalkannya. Tulislah agar ilmu pengetahuan yang kamu peroleh dapat berkembang. Serta, ingatlah selalu Allah, karena Dia Yang Maha Cerdas, maka berdoa jugalah agar engkau dianugerahi kecerdasan dalam berpikir.

Hal lain yang dapat kamu lakukan adalah mengerjakan perbuatan sebaik-baiknya, semampu yang kamu bisa. Aku ingin kamu tahu, bahwa kebaikan yang kamu lakukan, akan kembali kepada dirimu sendiri, dan kamu dapat melihat balasannya.

Ketiga, jika kamu sudah dapat menjaga dirimu sendiri, jaga juga orang lain. Mulailah dari orang yang terdekat, seperti keluarga dan kerabat. Pastikan mereka mendapatkan hak dalam hidup, agar tidak tebersit sebercak pikiran untuk mengakhiri hidup mereka. Kamu akan dipandang menjadi manusia terbaik jika dapat memberi manfaat kepada orang lain.

“Lantas, bagaimana dengan cobaan yang sedang aku hadapi?”

Ketahuilah bahwa kamu sama sekali tidak sendirian, karena tidak hanya kamu yang merasakannya. Orang-orang terdahulu juga pernah dan mereka berdoa agar dapat melaluinya. Kamu dan mereka mendapatkan cobaan, karena Allah sayang kepadamu. Jadi, mari bersama-sama untuk melaluinya.

Seandainya kamu ingin mengeluh, tidak apa-apa. Jika kamu ingin menangis pun, tidak berdosa. Namun, keluhkanlah kepada Allah.

Tetapi, jika kamu memiliki suicidal thoughts, atau pemikiran untuk mati, ceritakan saja. Namun, kepada orang yang menurutmu akan mencegah darimu untuk melakukannya. Mereka akan mencarikan segala jenis solusi agar engkau tetap hidup di dunia.

Maka, usahakan untuk mendapatkan teman yang mendukungmu dalam kebaikan, terutama ketika jika kamu sudah merasa kepayahan dalam menghadapi kesulitan.

Jadi, aku berharap sudah cukup dalam menjelaskannya sekarang.

Aku ingin kamu mengenal dirimu terlebih dahulu sebaik mungkin yang engkau bisa. Aku ingin engkau menjaga dirimu dengan memanfaatkan waktu dalam berbuat kebaikan seperti menuntut ilmu. Aku ingin kamu turut menjaga orang lain dan menjauhkan mereka dari segala jenis keburukan.

Inti dari semua ini, aku ingin kamu mengetahui bahwa puncak dari mencintai diri sendiri adalah kembali kepada Allah. Hanya Allah yang mau menerimamu, meski yang lain mengajakmu untuk menjauh. Sesungguhnya kita milik Allah dan hanya kepada-Nya kita dikembalikan.

Serta, hal terpenting yang aku ingin kamu benar-benar ingat. Jika kamu masih merasa kesulitan, aku berharap kamu dapat menemui ahlinya. Inilah maksudku untuk kembali kepada Allah, karena Tuhan yang mengetahui segalanya.

Referensi

  1. QS 95:4
  2. QS 14:7
  3. QS 49:13
  4. QS 4:28
  5. QS 48:4
  6. QS 13:28
  7. QS 5:105
  8. QS 3:110
  9. QS 55:1–4
  10. QS 4:29
  11. QS 5:132
  12. QS 2:195
  13. QS 5:90
  14. QS 17:32
  15. QS. 24:30–31
  16. QS 103:1–3
  17. QS 96:1
  18. QS 96:4
  19. QS 68:1
  20. QS 58:11
  21. QS 66:6
  22. QS 17:26
  23. QS 2:155
  24. QS 3:142
  25. QS 12:86
  26. QS 19:1–6
  27. QS 19:23–24
  28. QS 4:27
  29. QS 16:43
  30. HR Tirmidzi:2320
  31. HR Muslim:1532
  32. HR Tirmidzi:2300