Blog Nafis

Menunggu yang Pasti

Diposting oleh mnafisalmukhdi1 pada 08 April 2026

Pribadi
“Makhluk itu akan mati dan punya ajal masing-masing. Bila ajal tiba berarti rezekinya telah habis dan amalannya telah berakhir.”
Imam al-Muzani, Syarhus Sunnah

Sebuah kutipan menarik perhatian. Untaian benang merah seakan semakin terurai. Ujung yang entah di mana itu kian jelas menampakkan dirinya.

Dambaan pribadi satu per satu diwujudkan oleh Yang Maha Kuasa. Tulisan yang bisa dipeluk bahkan melalui upaya sendiri. Menemukan rumah kedua yang takdir menemukan jalan penuh karunia itu untuk memperbaiki perbuatan. Menghadapi momen paling penting untuk mempertahankan dan mempertanggungjawabkan pengetahuan. “Selanjutnya apa lagi?” Itu pula yang harus dicari.

Wahai Yang Maha Kasih, hamba enggan dicanda. Semua hasrat yang dulu ingin digapai Engkau telah jadikan nyata. Apa yang terbenam dalam hati, Engkau munculkan di dunia dengan keadaan yang lebih baik daripada kira-kira.

Andai itu memang pertanda dari-Mu, jadikanlah akhirnya yang paling baik. Hamba bersimpuh untuk tidak dipaksa. Meski hayat di atas dunia dijadikan stagnan dan tercitra seakan seperti itu saja, hamba ingin Engkau menjagakan isi kepala agar tenang dan senantiasa dekat kepada-Mu.

Tidak harus seperti apa yang mereka inginkan. Kehendak-Mu-lah yang memberi kebahagiaan.

Ditulis pada 25 Maret 2026 untuk 8 April 2026, hadiah untuk M. Nafis Al-Mukhdi yang hari itu berusia 24 tahun.