Nubuat-Nubuat dalam Alkitab: Misteri yang Menanti Penggenapan
Diposting oleh mnafisalmukhdi1 pada 05 Januari 2026
Postingan ini dipercantik oleh AI. Yang asli ada di sini. Bagian 1: Janji kepada Abraham dan Ismael
Di bawah langit bertabur bintang, suatu perjanjian abadi diteguhkan. Bukan hanya melalui Ishak yang akan melahirkan bangsa terpilih, tetapi juga melalui Ismael, yang akan menjadi bangsa besar dengan dua belas pemimpin. Firman Tuhan dalam Kejadian 17:19-20 menegaskan:
“Tetapi Allah berfirman: ‘Tidak, melainkan isterimu Saralah yang akan melahirkan anak laki-laki bagimu, dan engkau akan menamai dia Ishak, dan Aku akan mengadakan perjanjian-Ku dengan dia menjadi perjanjian yang kekal untuk keturunannya. Tentang Ismael, Aku telah mendengarkan permintaanmu; ia akan Kuberkati, Kubuat beranak cucu dan sangat banyak; ia akan memperanakkan dua belas raja, dan Aku akan membuatnya menjadi bangsa yang besar.’“
Demikianlah janji ganda itu diberikan—satu garis melalui Ishak untuk para nabi Bani Israel, dan satu garis melalui Ismael yang akan melahirkan bangsa besar.
Bagian 2: Nabi yang Akan Datang dari “Saudara” Israel
Generasi demi generasi berlalu, hingga Musa menyampaikan pesan penting dari Tuhan. Bukan nabi biasa, melainkan nabi seperti Musa sendiri, yang akan dibangkitkan dari antara “saudara” mereka—bukan dari kalangan mereka sendiri, melainkan dari keturunan yang lain. Ulangan 18:18-19 mengabadikan janji itu:
“seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya. Orang yang tidak mendengarkan segala firman-Ku yang akan diucapkan nabi itu demi nama-Ku, dari padanya akan Kutuntut pertanggungjawaban.”
Siapakah “saudara” Bani Israel ini, jika bukan keturunan Ismael, saudara Ishak? Dan siapakah nabi yang akan datang seperti Musa, membawa hukum baru dari Tuhan?
Bagian 3: Kemuliaan dari Paran dan Kedar
Nubuat semakin jelas melalui suara para nabi. Habakuk menubuatkan kedatangan kemuliaan dari pegunungan Paran, tempat keturunan Ismael bermukim. Yesaya menyebut sukacita bagi penduduk Kedar, anak kedua Ismael, dan Sela. Mazmur memuji raja dengan rambut hitam mengombak, yang kata-katanya manis, memerintah dari laut ke laut. Kidung Agung menggambarkan kekasih dengan rambut hitam seperti gagak, menyolok di antara selaksa orang.
Habakuk 3:3 menyatakan:
“Allah datang dari negeri Teman dan Yang Mahakudus dari pegunungan Paran. Sela. Keagungan-Nya menutupi segenap langit, dan bumipun penuh dengan pujian kepada-Nya.”
Yesaya 42:11 menambahkan:
“Baiklah padang gurun menyaringkan suara dengan kota-kotanya dan dengan desa-desa yang didiami Kedar! Baiklah bersorak-sorai penduduk Bukit Batu, baiklah mereka berseru-seru dari puncak gunung-gunung!”
Mazmur 45:2-3 menggambarkan:
“Engkau yang terelok di antara anak-anak manusia, kemurahan tercurah pada bibirmu, sebab itu Allah telah memberkati engkau untuk selama-lamanya.”
Kidung Agung 5:10-11 melukiskan:
“Putih bersih dan merah cerah kekasihku, menyolok mata di antara selaksa orang. Bagaikan emas, emas murni, kepalanya, rambutnya mengombak, hitam seperti gagak.”
Mungkinkah ini gambaran tentang nabi terakhir dari padang gurun Arabia?
Bagian 4: Batu Penjuru yang Baru
Nubuat bergulir seperti roda waktu. Daniel melihat penglihatan tentang batu yang terungkit tanpa tangan manusia, menghancurkan kerajaan-kerajaan dunia dan menjadi gunung besar yang memenuhi bumi. Yesaya menubuatkan bahasa baru yang bersih bagi bangsa-bangsa, sementara Maleakhi menantikan utusan yang akan mempersiapkan jalan.
Daniel 2:34-35 mencatat:
“Sementara tuanku melihatnya, terungkit lepas sebuah batu tanpa perbuatan tangan manusia, lalu menimpa patung itu, tepat pada kakinya yang dari besi dan tanah liat itu, sehingga remuk… batu yang menimpa patung itu menjadi gunung besar yang memenuhi seluruh bumi.”
Zefanya 3:9 menubuatkan:
“‘Tetapi sesudah itu Aku akan memberikan bibir lain kepada bangsa-bangsa, yakni bibir yang bersih, supaya sekaliannya mereka memanggil nama TUHAN, beribadah kepada-Nya dengan bahu-membahu.”
Maleakhi 3:1 menyampaikan:
“‘Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya!’“
Bagian 5: Penghibur yang Dijanjikan
Di akhir pelayanan Yesus, sebuah janji penting diberikan—bukan tentang dirinya sendiri, tetapi tentang “Penghibur” lain yang akan datang, Roh Kebenaran yang akan memimpin kepada seluruh kebenaran. Yohanes 16:7, 12-13 mencatat kata-kata Yesus:
“Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu… Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya. Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.”
Siapakah Penghibur ini yang akan menyempurnakan ajaran, membawa kebenaran lengkap, dan memberitakan hal-hal yang akan datang?
Bagian 6: Kerajaan yang Beralih
Pada hari-hari terakhir Yesus, peringatan keras diberikan: Kerajaan Allah akan diambil dan diberikan kepada bangsa yang akan menghasilkan buahnya. Matius 21:43-44 menyatakan:
“‘Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu. (Dan barangsiapa jatuh ke atas batu itu, ia akan hancur dan barangsiapa ditimpa batu itu, ia akan remuk.)’“
Bagian 7: Tanda-Tanda Akhir Zaman
Para nabi menubuatkan masa ketika tidak akan ada lagi nabi, tanda-tanda tidak terlihat, hingga kedatangan yang baru. Yesaya 29:11-12 menggambarkan kitab termeterai yang hanya bisa dibaca ketika meterainya dibuka. Mazmur 74:9 menyuarakan kerinduan:
“Tanda-tanda kami tidak kami lihat, tidak ada lagi nabi, dan tidak ada di antara kami yang mengetahui berapa lama lagi.”
Namun Yesaya 29:18 memberikan harapan:
“Pada waktu itu orang-orang tuli akan mendengar perkataan-perkataan sebuah kitab, dan lepas dari kekelaman dan kegelapan mata orang-orang buta akan melihat.”
Epilog: Misteri yang Terungkap
Demikianlah teka-teki ilahi tersebar dalam kitab suci—janji kepada Ismael, nabi dari “saudara” Israel, kemuliaan dari Paran, sukacita bagi Kedar, batu penjuru baru, Penghibur yang akan menyempurnakan ajaran, dan peralihan kerajaan. Setiap nubuat seperti kepingan puzzle yang menanti penyusunannya.
Apakah semua ini hanya kebetulan? Atau adakah benang merah yang menyatukan nubuat-nubuat tentang keturunan Ismael, nabi akhir zaman, dan risalah terakhir dari Tuhan? Misteri itu tetap terbuka, menantikan pemahaman yang menyeluruh dari mereka yang mencari dengan hati terbuka.