Nafis' Blog

Ruang Bawah Tanah

Posted by mnafisalmukhdi1 on Sunday, 11 September 2022

Poem

Terbenam dalam bentala
Sinar tiada menyala
Berbaring menatap hampa
Sahib karib siapa

Teriring selama menuju
Kelam alami tanpa lampu
Dua dunia menjadi satu
Rekan takkan membantu

Bayangkan kita bersama
Keabadian persinggahan nan lama
Sehabis kesunyian di balik pintu
Melewati fana bukanlah hantu

Betapa senyap engkau di sini
Bus kuning yang dulu engkau naiki
Titik akhir dituju tanpa henti
Menunggunya diriku lagi berarti

Sungguh, andai kudampingi
Setiap ucapan engkau, andai kumengerti