Blog Nafis

Terikat Takdir

Diposting oleh mnafisalmukhdi1 pada 08 April 2025

Pribadi

Bagaimana cara engkau menggambarkan kepercayaan terhadap satu hal ini? Aku melihat ada yang mencitrakannya sebagai untaian benang merah terjalin, namun rawan kusut yang entah di mana ujungnya.

Rasanya engkau mengetahui bagaimana aku membayangkannya. Kertas putih polos berisikan titik-titik acak yang tersebar di atasnya. Yang Maha Kuasa memberikannya, makhluk dipinjamkan kemampuan untuk merangkai kerangka dari titik yang sudah ada.

Adakah engkau juga diberi tanda? Rasanya itu memang ada. Hanya saja, aku terlambat menyadarinya.

Ketentuan dan keputusan ini memang ada yang sudah jadi ketetapan sehingga tidak dapat diganggu gugat lagi oleh manusia. Apa yang dapat engkau lakukan untuk mengubahnya?

Frasa terikat takdir lebih menarik perhatianku untuk waktu yang cukup lama. Rasanya engkau juga pernah mendengar kalimat yang sama. “Andai satu hal yang dulu aku lakukan tidak terjadi, akankah sekarang berakhir serupa?” “Takdir perlahan akan mengembalikan kita.”

Seorang yang dikira orator ulung ini hanya mengungkapkan bahasa cinta. Menjadi hamba nista adalah frasa hina untuk menjelaskannya. Pelayan yang berusaha taat pada siapa yang berkuasa.

Seorang penutur kalam ilahi yang dipilih untuk mewariskan ilmu tentang kenyataannya. Tata cara untuk membaca sehingga mengalirlah tanda jasa bahkan melintasi akhir masa.

Apakah menurutmu alam lain itu sungguh ada? Menurutmu, di sana, aku jadi apa?

Hasrat petualang terpendam seakan memberi khayal bahwa diri hanyalah kurir yang ke sana ke mari mengirim dan mengantarkan barang ke rumah tercinta. Goresan kertas yang masih berbekas terus berlangsung hingga menjadi tokoh ternama.

Aku masih ingin tanda yang sama. Sebagaimana Yang Kuasa mengarahkanku untuk menimba ilmu di tempat yang diucapkan begitu saja. Sebagaimana Yang Memberi Petunjuk membuat diri membaca sebuah karya literasi dan pergi untuk menemui instansi penciptanya.

Aku ingin diberikan tanda yang sama untuk sang pengisi tulang rusuk di dada. Kepercayaan kepada takdir tidak berubah. Aku perlu mencari tandanya.

Ditulis pada tanggal 3 April 2025 untuk 8 April 2025, hadiah untuk M. Nafis Al-Mukhdi yang hari itu berusia 23 tahun.